CARA MENGANTISIPASI PENGARUH JAHAT (sihir)

CARA MENGANTISIPASI PENGARUSIHIR

Untuk menghadapi jenis sihir tersebut (ilmu sirep) adalah hal yang teramat mudah sekali dilakukan oleh setiap orang, yakni dengan kriteria sebagai berikut :

a. Anda harus dapat (bisa) mensugestikan diri anda pribadi, bahwa Tuhan telah memberikan kekuatan yang baik dan positif pada anda, sehingga anda meyakininya dengan sepenuh hati atas ucapan prabawa sugesti mental anda sendiri, dan yakini pula bahwa diri anda saat ini telah memiliki daya tolak yang kuat lagi ampuh dalam menghalau anasir-anasir jahat yang ditujukan pada diri anda. Mengenai ucapan prabawa sugesti mental tersebut dapat anda rubah dalam bahasa anda masing-masing (bahasa yang anda kuasai), yang terpenting dalam ucapan itu adalah : bahwa anda sangat mengerti/faham betul dengan apa-apa yang anda ucapkan itu dan meyakininya dengan sepenuh hati
Catatan : Jika hal tersebut anda lakukan pada tiap-tiap anda hendak tidur malam, maka kekuatan daya sabda swara – ucapan anda tadi akan memancarkan energi kosmik dari alam semesta, yang bergetar dengan begitu halusnya dan akan menimbulkan medan magnet yang semakin lama akan semakin kuat dan membentuk gelombang pancaran sinar (aura) yang mengkristalisasi dalam kemauan daya cipta anda, dan akan terisi daya sakti dan daya pemunah (daya tolak) untuk meredam – menetralkan – menangkis unsur-unsur magi gaib dari seseorang yang ditujukan kepada anda. Hal ini akan terjadi dengan secara otomatis jika anda mengerjakannya secara tekun dan rutin serta meyakininya. Karena ucapan / sabda prabawa sugesti mental yang diucapkan ketika hendak menjelang tidur, maka ucapan itu akan terekam di bawah sadar alam pikirannya. Begitu pula halnya jika anda hendak keluar rumah, ucapan yang semalam anda lakukan itu (ketika hendak tidur) harus anda ingat kembali dalam hati dan pikiran anda, bahwa sekarang ini anda sudah bukan manusia yang lemah lagi, melainkan seorang manusia yang memiliki kekuatan untuk dapat menolak segala macam bentuk unsur-unsur gaib negatif dari seseorang yang ditujukan kepada anda, dan langkahkanlah kaki anda dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi lagi mantap (cara ini bersifat umum dan dapat dilakukan oleh siapa saja).

b. Cara ini mempergunakan dzikiran – amalan-amalan yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an – Al Kariim yang bersifat ilahi. Jika kita renungkan Al-Qur’an, maka akan mengingatkan kita sebagai manusia tentang adanya hubungan antara Al-Qur’an dengan dunia alam dan juga primordialitas wahyu Al-Qur’an yang seringkali menyatakan “kesadaran terhadap proses penciptaan alam semesta”, Karena dunia itu sendiri terdiri dari sesuatu yang terus menerus mengalir atau menjadi, sedangkan yang belum menjadi hanyalah merupakan refleksi wujud dan pola-pola dasar abadi yang terkandung di dalam firman atau kalam Tuhan. Dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an sebagai suatu alam musikal yang merupakan suara dari firman Tuhan yang diembuskan ke hati Nabi dan kemudian ke para sahabat dan generasi-generasi selanjutnya. Bagi seseorang yang rajin melazimkan – membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an maka arus jiwanya akan menuju Tuhan, dan dengan sendirinya membantu mempersatukan kembali jiwa yang telah disucikan oleh wahyu ilahi yang sakral, bagaikan lingkaran cahaya yang mengelilingi firman sakral dan kemilaunya dihidupkan oleh kehadiran – kemukjizatan kata, yang tak lain adalah ayat-ayat Tuhan yang suci.

Karena ayat-ayat suci Al-Qur’an merupakan kekuatan atau mukjizat, maka huruf-huruf dan kata-kata yang memvisualisasikan ayat-ayat Al-Qur’an, juga memerankan suatu mukjizat dan memperlihatkan kekuatan-kekuatannya sendiri. Seperti misalkan saja : surat Al-Fath (kemenangan) ayat : 1 s/d 5, yang menyatakan sebagai berikut :

Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata
(QS : Al-Fath :
1). Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatnya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus (QS : Al-Fath : 2). Supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)
(QS : Al-Fath : 3). Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka (yang telah ada) bertambah. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana (QS : Al-Fath : 4) Supaya dia memasukkan orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah. (QS : Al-Fath : 5).

Lima ayat dari surat Al-Fath tersebut akan menjadikan bagi diri si pembacanya dan melazimkannya dengan secara rutin (Istiqomah) yakni suatu cahaya (nur) yang Allah masukkan dalam hati (qalbu) hambanya , untuk agar dapat menetralkan bahkan dapat untuk memusnahkan ilmu-ilmu yang disalah gunakan oleh si pemiliknya pada jalan yang tidak diridhoi Allah SWT. Karena cahaya (nur) yang mengeram dalam hati (qalbu) itu akan merupakan dan menjadikan perisai dari berbagai macam serangan-serangan gaib yang dilontarkan secara halus dan ditujukan pada diri kita, dan sekaligus akan membalikan arus negatif tersebut pada si pemilik ilmu itu sendiri. Hal tersebut dapat terjadi semuanya atas izin dan kuasa Allah SWT. semata. Maka lazimkanlah untuk membacanya pada tiap-tiap habis menjalankan sholat lima waktu (sholat wajib) sebanyak : 3 kali , dan jika hendak tidur malam serta akan keluar dari rumah lima ayat tersebut dibaca kembali sebanyak 3 kali pula. Jadikanlah lima ayat tersebut sebagai dzikiran sehari-harinya, Insya Allah apa-apa yang tersirat dalam hati anda akan terkabulkan dengan ijin-Nya. Bukankah dengan mengingat Allah (dzikrullah) itu hati akan menjadi tenteram..!!??

Dzikir merupakan buah dari visi spiritual sehingga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan “intelektual” , dan juga untuk merangsang adanya transformasi kimiawi dalam jiwa manusia. Karena kata-kata dalam ayat-ayat Al-Qur’an itu akan mempunyai kekuatan denotasi dan konotasi, dan juga memiliki kekuatan sugesti dan penyadaran tentang pengetahuan “intuitif” yang ada dalam jiwa . Dzikir yang baik dan benar akan mempengaruhi pengakuan jiwa manusia terhadap adanya cahaya kebenaran – cahaya kemenangan – dan cahaya kedamaian.

TUHAN YANG MAHA ESA

TUHAN, Aku hanya ingin maaf dan ampunan darimu..
Tentang segala yang telah ku lakukan
dan maupun yang masih terlintas meski
hanya di dalam anganku!.
Tentang mulutku terlihat manis tapi bagi
sebagian orang adalah senyum dengan segudang anak panah yang menghujam
hatinya karena mungkin senyumku bagi
mereka perlambang penghinaan,
Tentang pandangan mataku terlihat
menawan tapi bagi sebagian orang adalah
pandangan mata sarat dengan ribuan jarum yang menghujan dan menyayat
hatinya karena mungkin pandangan
mataku. Bagi mereka perlambang perendahan jiwa
nya.
Tentang kataku juga candaanku tapi bagi
mereka kataku juga candaku adalah pisau
belati yang tajam yang bisa mengorek2
hati mereka menjadi cacahan.. karena bagi mereka kataku adalah
sumpah serapah bahkan bahasa l*knat!
baginya. Tuhan ampun, jaga lah senyumku dan
mataku juga kataku dengan , sinar
kasihmu meski hanya sebuah bias,
pancarannya bisa menjadi penyejuk bagi
sekelilingku..atau setidaknya bagi diriku
sendiri..

KITAP JOYO BOYO DAN RONGGO WARSITO~BABAD TANAH JOWO

Bangsa ini telah meninggalkan sejarah. Apa yang dikatakan Bung Karno : “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jas Merah)” telah terabaikan. Padahal yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perjalanan sejarah. Dan apa yang terjadi saat ini telah diprediksikan oleh para leluhur kita Prabu Jayabaya dan R.Ng. Ronggowarsito, yang mana hasil karya mereka merupakan ayat-ayat Allah. Perlu kiranya saya sampaikan cuplikan terjemahan bebas dari karya mereka : A. Prabu Jayabaya (Kitab Musarar) : 18. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Keterangan : Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita (Soekarno ). Gajah Meta Semune Tengu Lelaki : Raja yang disegani/ditakuti, namun nista (Soeharto). 19. Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara geger. Tanah tidak berkhasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka. Bermacam- macam bencana yang tidak dapat ditolak. 20. Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.
Keterangan : – Bupati berdiri sendiri-sendiri : Otonomi Daerah. – Jaman Kutila : Reformasi – Raja Kara Murka : Raja-raja yang saling balas dendam. – Panji Loro semune Pajang Mataram : Dua kekuatan dalam satu kubu yang saling ingin menjatuhkan (Gus Dur – Megawati ). 21. Nakhoda ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randa loro nututi pijer tetukar. Keterangan : – Nakhoda : Orang asing. – Sarjana : Orang arif dan bijak. – Rara Ngangsu, Randa Loro Nututi Pijer Atetukar : Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya (Megawati). 22. Tan kober apepaes, sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/ memahami lambang tersebut. Keterangan : Tan Kober Apepaes Tan Tinolih Sinjang Kemben : Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan (SBY/Kalla) . 23. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. Orang jahat makin menjadi-jadi, orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara.
24. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti- ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua. 25. Wanita hilang kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah. 26. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah. 27. Kemudian kelak akan datang Tunjung Putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Raja Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam
persidangan. Keterangan : – Tunjung Putih semune Pudak Kesungsang : Raja berhati putih namun masih tersembunyi (Satriya Piningit) . – Lahir di bumi Mekah : Orang Islam yang sangat bertauhid. 28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia. Keterangan : – Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa : Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa. 29. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali. B. R.Ng .
Ronggowarsito : Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro) , yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu
keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967. 2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan
mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998. 3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999. 4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999- 2000. 5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004 . 6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan
Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil. 7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya
kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. 3. Dari kajian karya-karya leluhur kita di atas menyiratkan bahwa segala sesuatunya memang harus dan akan terjadi dan tidak dapat ditolak. Sementara berkaitan dengan bencana terakhir yang terjadi, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang kemudian disusul dengan Gempa Yogya dan Pangandaran, serta Semburan Lumpur Panas Sidoarjo yang tak kunjung berhenti merupakan realita ucapan “Sabda Palon” kepada Prabu Brawijaya dan Sunan Kalijaga. Berikut ini saya paparkan Ramalan Sabdo Palon : 1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh
Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong. 2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda- Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.” 3. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah. 4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa. 5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain- lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. 6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi. 7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah . Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. 8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya . Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. 9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan. 10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal. 11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia. 12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon- pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang. 13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya. 14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun. 15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini , banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa . Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia. 16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi. Keterangan : Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari Waisyak (Budha) dan hari Kuningan (Hindu ), Gunung Merapi telah mengeluarkan laharnya ke arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu ditetapkan status Merapi dari “Siaga” menjadi “Awas”) . Dari uraian Ramalan Sabdo Palon di atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke arah Barat Daya menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali. 500 tahun setelah
berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang ini di tahun 2000 an. 4. Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya memakan korban 2 orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10 hari, ternyata tidak terbukti. Karena ucapan yang mendahului kehendak Allah (ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan secara vulgar oleh seorang “raja”, maka Jogja pun digoyang gempa (disusul Pangandaran) yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Bahkan kita semua tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya tetap meletus, namun berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan lumpur panasnya yang beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot dana dan memakan korban jiwa. Secara penglihatan spiritual, teknologi apapun dan kesaktian paranormal/ulama se- nusantarapun tidak akan mampu menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa ini akan berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada gilirannya akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-bencana ini akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih Allah) saja yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang seperti ini selalu saja sangat tersembunyi. 5. Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Aza wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran. Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng . Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu
saja tersembunyi. Kata sandi dari jawaban misteri ini adalah : JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang ada tinggal Semar. Inilah hakekat kondisi negara saat ini. Sebagai panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam bait-bait karya leluhur kita, yaitu : 1. Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI (Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar kepemimpinannya selamat. 2. Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan “Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut.” 3. Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan ) nya telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat
adalah Semar. 4. JOGLOSEMAR = Jogja – Solo – Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja telah membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak memiliki aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju Mas (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat pertemuan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul).

Hal lain adalah robohnya gapura makam HB IX (Jogja ) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja- raja Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja – Solo sudah tidak memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa tinggallah “Semarang” (Mataram Kendal).

6. Sebagai masukan kepada Yang Mulia Presiden SBY guna mengatasi carut marut yang terjadi pada bangsa ini, saya menyarankan : “Kumpulkan ahli- ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid/syeh- syeh yang telah
mencapai maqom “Mukasyafah”,

Pedanda-pedanda sakti agama
Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja & Solo, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas.
Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Aza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.”

detik.com – Sabar, Tuna Daksa Pendaki Puncak Elbrus

Inilah Ponsel Pertama Untuk Bertelepon

» Martin Cooper menjadi orang pertama yang menggunakan ponsel pertama, DynaTAC Bayu Galih | Jum’at, 5 Agustus 2011, 05:22 WIB VIVAnews – Belasan tahun silam, jika Anda masih ingat, tentu telepon seluler masih menjadi barang mewah.
Walau begitu, tampilan dan performa ponsel masih tergolong standar.

Bentuknya masih sederhana, seperti bentuk yang menyerupai pisang. Fiturnya pun bisa terbilang tidak canggih, selain sms dan telepon, paling canggih Anda hanya bisa bermain game ular. Tapi teknologi memungkinkan ponsel terus berkembang. Tidak hanya segi bentuk yang semakin mengecil, fitur di ponsel pun semakin kaya. Grafis di layar juga semakin tajam, sistem operasi yang beragam pun semakin menawarkan pilihan yang bisa Anda manfaatkan. Namun, menarik disimak proses perkembangan ponsel. Salah satu yang menarik untuk disimak adalah, sejarah pertama kali ponsel digunakan dan mulai dijual. Karyawan Motorola, Martin Cooper, adalah orang pertama yang melakukan panggilan telepon seluler pada 1973. Dari jalanan di New York, Cooper menelpon saingan terberatnya.

“Saya menelpon Joel Engel yang merupakan saingan yang bekerja di AT& T, yang saat itu perusahaan terbesar di dunia. Sedangkan kami hanya perusahaan kecil di Chicago. Seperti kutu dengan gajah, ” ucap Cooper, seperti dikutip dari BBC.

“Saya katakan, ‘Joel, ini Marty. Saya menelpon dari ponsel, sungguhan, di genggaman saya, ponsel yang portabel’,” kenang Cooper. “Saat itu ada hening di akhir percakapan. Namun saya yakin dia geram saat itu,” lanjutnya, Telepon yang digunakan Martin Cooper itu adalah sebuah prototipe yang dikembangkan Motorola, yaitu DynaTAC. Kelak, DynaTAC menjadi ponsel pertama yang dijual secara komersil.
Diluncurkan tahun 1984, DynaTAC dijual seharga US$3 .995 (sekitar Rp35,5 juta), atau jika dihitung inflasi, maka sekarang akan berharga US$ 9.000 (atau sekitar Rp81 juta). Seperti apa spesifikasi DynaTAC? Ponsel pertama yang dijual ini memiliki dimensi tinggi 25 sentimeter dan lebar sekitar 10 sentimeter. Ini belum termasuk antena karet sepanjang sekitar 10 sentimeter. Adapun beratnya sekitar 793 gram. Tentu saja saat itu ponsel hanya berfungsi untuk menelpon. Karena itu tidak ada layar monitor, seperti ponsel sekarang. Keypad-nya pun masih sangat sederhana. Selain memuat angka, tanda bintang (*) dan tanda pagar (#), terdapat pula sejumlah keypad, yaitu Rcl (Recall), Clr (Clear ), Snd (Send), Sto (Store ), Fcn (Function) , End (End) , Pwr (Power), Lock (Lock), dan Vol (Volume ).

DynaTAC menggunakan baterai yang bisa digunakan hingga durasi bicara 60 menit. Namun, dibutuhkan waktu 10 jam untuk pengisian tenaga atau charging. DynaTAC pun sempat menjadi ikon budaya pop, karena muncul di sejumlah film.

Mungkin Anda masih ingat salah satu adegan Wall Street saat DynaTAC digunakan Gordon Geeko. Karakter Patrick Bateman di film American Pscycho juga terlihat menggunakan ponsel ini.

sumber : www.vivanews.com

Tradisi Tadarus Juru Kunci Makam Raja Mataram

Hanya beberapa ratus meter di selatan Pasar Kotagede yang ramai, sebuah kompleks makam tradisional tak takluk oleh modernisasi Kota Yogyakarta. Gerbang kuno dari batu, Gapura Padureksa, menjadi pintu masuk makam– di mana anggota Dinasti Mataram dimakamkan. Di kiri jalan menuju gapura terdapat dondhongan– rumah tradisional tempat tinggal para abdi dalem. Kompleks itu adalah kompleks makam raja Mataram pertama sebelum akhirnya dipindahkan ke Imogiri oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang masyhur karena menyerang Belanda di Batavia. Raja-raja dan pembesar Jawa dikebumikan di tempat itu, sebut saja Panembahan Senopati– pendiri Dinasti Mataram, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Sedo ing Krapak, Kanjeng Ratu Kalinyamat, Kanjeng Ratu Retno Dumilah, Nyai Ageng Nis, Nyai Ageng Mataram, Nyai Ageng Juru Mertani. Juga Sri Sultan Hamengkubuwono II. Setiap Ramadan, berlangsung tradisi tadarus di lokasi itu. Selesai tarawih, para abdi dalem Kraton Yogyakarta yang bertugas sebagai juru kunci makam, membaca kitab suci Al Quran di pelataran makam raja-raja Mataram tersebut. “Abdi dalem tadarus setiap malam di pelataran makam (di depan makam Raja-raja Mataram),” kata Tauzan Supriyatno, Juru Kunci Makam Raja Mataram dalam perbincangan dengan VIVAanews. com, 4 Agustus 2011, di Yogyakarta. Menurut dia, setiap malam abdi dalem bergantian tadarusan, sesekali diikuti oleh warga setempat. “Ada empat sampai lima orang abdi dalem yang tadarus setiap malam dan bergilir setiap harinya,” kata Tauzan. Tadarusan dilakukan hingga selikuran atau malam ke-21 Ramadan. “Kalau dulu abdi dalemnya banyak, kami bisa khatam (tamat baca Alqur’an ) dua kali, karena yang tadarusan banyak. Namun, sekarang hanya satu kali,” ungkapnya. “Kalau pas malam selikuran nanti datang semua abdi dalem”. Tiap selikuran, ada syukuran oleh abdi dalem dan warga. “Syukuran dengan makan bersama, nasi gurih pake ingkung (ayam Jawa) , selesai acara selikuran nasi itu dibagi-bagikan pakai daun pisang untuk makan bersama,” tuturnya.
sumber: www.vivanews .com

SEBUAH KALIMAT JANGAN


pin Blogger Purworejo 150px

JANGAN YANG TIDAK BOLEH

1 . Jangan menunggu bahagia baru tersenyum , tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya .

3 . Jangan menunggu termotivasi baru bergerak , tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4 . Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli , tapi pedulilah dengan orang lain ! Maka kamu akan dipedulikan .

5 . Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia , tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu .

6 . Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7 . Jangan menunggu proyek baru bekerja , tapi berkerjalah , maka proyek akan menunggumu.

8 . Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9 . Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang , tapi hiduplah dengan tenang . Percayalah, . bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya .

10 . Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11 . Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu .

12 . Jangan menunggu bisa baru melakukan , tapi lakukanlah ! Kamu pasti bisa!

wayang kulit

JENENGE SATRIYA LAN
KASATRIYANE :

arjuna : madukara
abimanyu: plangkawati
antaraja : Jangkar bumi anoman : Kendhalisada aswatama : sokalima dursasana : banjarjungut dresthajumna: cempalareja gatutkaca : pringgodani jayadrata : banakeling janaka : madukara kumbakarna : pengelebur gangsa lesmana mandrakumara : saroja binangun sengkuni : plasa jenar sadewa : sawojajar samba : paranggarudha setyaki : lesanpura
bimasena : jodhipati werkudara : jodhipati

JENENGE RATU DAN NEGARANYA:

Prabu Arjuna Sasrabahu ratu dikerajaan : Plangkawati

Prabu Bomanarakasura ratu dikerajaan : Trajutrisna

Prabu Baladewa : Mandura

Prabu Basukarna:Ngawangga

Prabu Basudewa : Mandura

Prabu Dasarata : Ngayodya

Prabu Dasamuka :Ngalengka

Prabu Drestarata : Ngastina

Prabu Drupada : Cempala

Prabu Kresna : Dwarawati

Prabu Maswapati : Wiratha

Prabu Niwatakawaca : Iman Imantika

Prabu Puntadewa :Ngamarta

Prabu Parikesit : Ngastina

PrabuRamawijaya:Pancawati

Prabu Suyudono : Ngastina

Prabu Salya : Mandaraka

Prabu Sugriwa:Guwakiskenda

Prabu Pandhu Dewanata : Ngastina

PENDITA DAN TEMPAT BERTAPANYA :

Begawan Mintara pertapane ing : Indrakila

Begawan Abiyasa pertapane ing : Saptarengga

Pandhita Durna pertapane ing: Sokalima

Resi Subali pertapane ing: Guwakiskenda

Resi Anoman pertapane ing: Kendhalisada

Resi Palasara pertapane ing: Ukir Ratawa

Resi Bisma pertapane ing : Talkandha

“MULAT SALIRO TANSAH ELING LAN WASPADA”

“wonten bab puniko coba kito bahas ajaran leluhur kita mbok bilih tiang gesang puniko sami-sami mbutuhake sesami,pramilo kito kedah saget mangertos punopo tujuan gesang kito.

simbah …..?

benda pusaka

benda pusaka
benda pusaka
sesuatu peninggalan dari nenek moyang kita
yang tetap terpelihara dengan bagus